Program Pemberdayaan Perempuan Yayasan Sion dimulai sejak tahun 2005 sebagai respons atas ketidakadilan historis yang menempatkan perempuan pada posisi kelas dua dalam tatanan sosial—terutama dalam konteks budaya Jawa sebelum kemerdekaan—di mana akses pendidikan sangat terbatas. Kondisi ini menimbulkan rendahnya tingkat pengetahuan, rasa percaya diri yang minim, dan ketidakberanian untuk bersuara atau mengambil peran dalam pengambilan keputusan, baik di ranah domestik maupun publik. Melalui metode “Hidup Berkelompok,” program ini awalnya dibentuk dengan sembilan kelompok yang melibatkan sekitar 450 perempuan. Seiring waktu, inisiatif ini berkembang pesat dan kini telah menjangkau lebih banyak komunitas.
Tujuan utama program ini adalah meningkatkan peran serta perempuan dalam keluarga dan masyarakat, memperkuat manajemen kelompok, mendampingi perkembangan bisnis agar lebih profesional, serta menyediakan akses pinjaman modal usaha. Strategi pencapaian tujuan meliputi pelatihan kepemimpinan dan manajemen kelompok, pembekalan laporan keuangan, pelatihan industri rumah tangga, pemasaran produk, hingga pelatihan kesehatan dan penanganan isu-isu sosial. Selain itu, program secara intensif melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan setiap kelompok tumbuh secara berkelanjutan.
Area pelayanan program mencakup empat kecamatan—Getasan, Tengaran, Bringin, dan Argomulyo—di mana mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani, pedagang, dan buruh. Dalam pendampingan lapangan, tim Yayasan Sion menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan teknis dan manajerial anggota kelompok perempuan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Keberhasilan program tidak lepas dari kerjasama erat dengan berbagai pihak, antara lain Unit Kesehatan Yayasan Sion; Fakultas Teknologi Pangan UKSW, yang berkontribusi dalam pengemasan, pemasaran, dan diversifikasi produk makanan; pemerintah daerah; serta tokoh-tokoh lokal. Kami mengundang Bapak/Ibu dan saudara-saudari untuk bergabung dan menjadi bagian dari perubahan, karena “Perempuan Berdaya, Pilar Keluarga.”